Petualangan ke Buyat

Seperti biasanya petualangan kami di mulai dari Manado, tapi kali ini selain ke Lembeh, kami mengarah ke selatan dari kota Bitung dimana selat Lembeh terletak. Perjalanan kami di mulai dari kota Manado menuju kota kecil bernama Tomohon. Di dekat ini, terdapat danau vulkanik bernama danau Tondano. Di danau ini kami menikmati suasana yang tenang di daerah ini.

Beginilah suasana di danau Tondano yang tenang

Setelah satu hari kami menghabiskan waktu di danau Tondano, kami langsung berjalan menuju selat Buyat. Terletak 4 jam tenggara kota Manado, selat ini memiliki terumbu karang yang sangat sehat. Banyak orang yang mengatakan Bunaken adalah tempat yang indah, maka orang tersebut belum pernah sekalipun sampai ke Selat Buyat.

Pantai Teluk Buyat

Pada penyelaman pertama, kami mengalami kesusahan karena saking dekatnya kami ke karang, kami tidak dapat berenang dengan tenang tanpa khawatir kaki kami menendang karang. Karang-karang di teluk ini terletak sangat dekat ke permukaan sehingga cukup susah untuk tidak menendang karang. Selain itu, karang-karang di teluk Buyat sangatlah indah. Kondisi terumbu karang di tempat ini hampir sama ketika Bunaken pada tahun 90-an.


Kondisi karang teluk Buyat

Note: Walaupun Terumbu karang ketika saya menyelam di teluk buyat sangat sehat, tapi ada beberapa hal yang menggangu saya. Ketika saya menyelam di dalam teluk ini, Saya tidak dapat mendapati kehidupan laut yang baik. Binatang-binatang yang semestinya banyak di jumpai tidak dapat di ketemukan di perairan ini.

Walaupun perjalanan ini sangat singkat, perjalanan ini cukup berkesan karena kami menemukan daerah baru untuk kami selami.


Akhir dari perjalanan kami ke teluk Buyat

Sekedar Informasi:

Gallery perjalanan ini dapat di access dengan mengikuti link ini

http://www.flickr.com/photos/ftansari/sets/72157612155851666/show/

Perjalanan ini merupakan perjalanan exploration, jika anda ingin ke daerah ini anda dapat menghubungi saya di ftansari akeong hotmail titik com (harap di maklumi agar menghindari spam)

Pos ini dipublikasikan di travel destination dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Petualangan ke Buyat

  1. Nailil berkata:

    Hmmm, selat Buyat. Pak, apa ini selat yang kena pencemaran limbah Merkuri itu ya? Kok sepertinya bukan ya? Indah banget sih.
    Aku pernah ke Minamata City, Japan. Tahun lalu. Mengunjungi masyarakat korban pencemaran Merkuri oleh Chisso Company. Itu benar-benar TRAGEDI. Ngerrrrrrrriiiiiiiiii banget.

    Sekarang sih udah bersih, aku juga sempat beli teh oolong organik produksi penduduk setempat. Tapi dari barang-barang yang di pajang di musiumnya (yang di tata mirip gudang), terasa betul konflik dan dampak dari pencemaran itu.
    – pantai bau busuk oleh saking banyaknya bangkai
    – burung mati tiba-tiba saat terbang
    – kucing kampung menari-nari seperti kesurupan
    – pa lagi manusianya?! ngeriii deh pokoknya…

    Moga-moga aja di Indonesia ga ada kejadian kaya Minamata ya…. Amiiin

    • ftansari berkata:

      iya bu, eh… ibu bukan yah? sorry kalo salah…. ini memang selat buyat yang katanya tercemar limbah merkuri…. jujur saya tidak tahu apakah benar2 tercemar mercury disana, tapi sepertinya kehidupan biota laut di selat ini baik2 saja….
      amit2 sih kalau ada kondisi di indonesia yang seperti anda ceritakan di jepang….. saya jujur sangat suka di buyat… karangnya sangat sehat sih sampai sekarang.. dan sampai sekarang sih belum seperti anda ceritakan di buyat…

  2. kang iqbal berkata:

    Sungguh indah pmandangan nya,dan pengambilan gambar yang profesional skali,trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s